Artikel

ADAB DAN KEUTAMAANNYA DALAM ISLAM

21 September 2026 • Admin Az Zaimah

SULIT AIR, MASJID AZ-ZAIMAH.ID_ Adab adalah cerminan ilmu dan kemuliaan akhlak seseorang. Ilmu yang tinggi akan semakin indah apabila disertai adab yang baik. Sebaliknya, ilmu tanpa adab dapat kehilangan keberkahan dan manfaatnya.

Islam tidak hanya mengajarkan manusia untuk mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga mengajarkan bagaimana bersikap kepada Allah, Rasulullah ?, orang tua, guru, sesama manusia, bahkan kepada lingkungan.

1. Adab Merupakan Bagian dari Akhlak Mulia

Rasulullah diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Karena itu, seorang Muslim hendaknya membiasakan diri berkata baik, menghormati orang lain, menjaga lisan, menepati janji, serta menjauhi kesombongan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(QS. Al-Baqarah: 195)

Berbuat baik bukan hanya dalam bentuk ibadah, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

2. Adab kepada Allah SWT

Adab tertinggi adalah adab kepada Allah SWT. Di antaranya dengan menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, bersyukur atas nikmat-Nya, serta bersabar ketika mendapatkan ujian.

Seorang hamba yang memiliki adab kepada Allah akan menyadari bahwa dirinya selalu membutuhkan pertolongan dan rahmat-Nya.

3. Adab kepada Rasulullah 

Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan banyak bershalawat, tetapi juga dengan menghormati beliau, mempelajari sunnahnya dan berusaha mengikuti akhlaknya.

Allah SWT berfirman: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”(QS. Al-Ahzab: 21)»

 4. Adab kepada Orang Tua

Islam memberikan kedudukan yang sangat tinggi kepada kedua orang tua. Berbicara dengan lembut, membantu mereka, menghormati, mendoakan, dan tidak menyakiti hati mereka merupakan bagian dari adab seorang anak.

Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.”(QS. Al-Isra’: 23)»

Bahkan ketika berbeda pendapat, seorang anak tetap diperintahkan menjaga perkataan dan sikap.

5. Adab kepada Guru dan Ahli Ilmu

Ilmu akan lebih mudah memberikan manfaat ketika seorang penuntut ilmu memiliki adab terhadap guru. Di antaranya:

- Mendengarkan ketika guru berbicara.

- Tidak meremehkan guru.

- Bertanya dengan sopan.

- Menghargai waktu dan ilmu yang diberikan.

- Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Adab bukan berarti mengkultuskan guru, tetapi menempatkan seseorang sesuai kedudukannya dan menghormati ilmu yang dibawanya.

 6. Adab kepada Sesama Manusia

Seorang Muslim hendaknya menjaga hubungan dengan orang lain. Jangan menghina, mencela, merendahkan, memfitnah, atau menyebarkan keburukan seseorang.

Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”(HR. Bukhari dan Muslim)»

Hadis ini mengajarkan bahwa lisan adalah amanah.

???? 7. Keutamaan Memiliki Adab

Adab memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

Pertama, mendatangkan kemuliaan.

Orang yang beradab akan dihormati bukan karena hartanya, tetapi karena sikap dan akhlaknya.

Kedua, menjadi sebab keberkahan ilmu.

Ilmu yang disertai adab lebih mudah diamalkan dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ketiga, mempererat persaudaraan.

Sopan santun, saling menghormati dan menjaga lisan dapat menghindarkan banyak perselisihan.

Keempat, menjadi jalan menuju kebaikan.

Adab yang baik mendorong seseorang untuk melakukan amal saleh dan meninggalkan perilaku buruk.

Kelima, menjadi perhiasan seorang Muslim.

Kecantikan akhlak akan membuat seseorang semakin mulia di tengah masyarakat.

 Ilmu Harus Berjalan Bersama Adab

Jangan sampai seseorang semakin banyak belajar tetapi semakin mudah merendahkan orang lain. angan sampai banyak hafalan tetapi lisannya menyakiti.

Jangan sampai rajin beribadah tetapi mudah menghina dan meremehkan sesama.

Ilmu mengajarkan kita apa yang benar, sedangkan adab mengajarkan bagaimana membawa kebenaran itu dengan cara yang benar.

Karena itu, mari kita belajar bukan hanya untuk menjadi orang berilmu, tetapi juga menjadi orang yang beradab dan bermanfaat.

 “Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati dirinya dan semakin baik adabnya.”

Fastabiqul khairat — berlomba-lomba dalam kebaikan.

Oleh : Ridwan Syafrullah