Berita

GEBYAR MUHARRAM MASJID AZ-ZAIMAH 1448 H: Ratusan Muballigh se-Sumbar Siap Berkumpul di Sulit Air, Bahas Digitalisasi hingga Kemandirian Ekonomi

12 June 2026 Admin Az Zaimah

SULIT AIR – Sebuah perhelatan dakwah berskala besar yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali digelar di Sumatera Barat akan berlangsung di Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. Ratusan muballigh dan muballighah dari berbagai kabupaten dan kota di Ranah Minang dijadwalkan berkumpul dalam Ijtima' Sanawi: Shilaturrahmi dan Pertemuan Tahunan Muballigh/ah se-Sumatera Barat, yang dikemas dalam bingkai Gebyar Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan ini akan dipusatkan di Masjid Az-Zaimah mulai Ahad hingga Selasa, 14–16 Juni 2026 M, bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1447 H hingga 1 Muharram 1448 H.

Mengusung tema besar, "Da'wah Mencerahkan; Produktif dan Berkemajuan, Mengokohkan Ukhuwwah Islamiyyah dan Aqidah; Menguatkan Ekonomi Ummat, dan Mencegah Ma'shiyat," kegiatan ini diinisiasi oleh Takmir Masjid Az-Zaimah dengan menggandeng berbagai organisasi dakwah, di antaranya Korp Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kabupaten Solok, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Solok, serta sejumlah organisasi dan elemen umat lainnya.

Menjawab Tantangan Dakwah Era Digital

Di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital, forum ini hadir sebagai wadah konsolidasi para dai untuk merumuskan strategi dakwah yang adaptif tanpa kehilangan kemurnian nilai-nilai Islam.

Panitia menghadirkan deretan pemateri pakar dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membedah problematika umat sekaligus meningkatkan marwah ('izzah) para muballigh.

Sesi Transformasi Digital dan Ideologi akan mengulas fenomena ghozwul fikri serta praktik pemanfaatan teknologi informasi agar dakwah mampu menembus batas layar gawai masyarakat modern. Materi ini akan dipandu oleh Dewan Da'wah Provinsi Sumbar, Majelis Tabligh PWM Sumbar, dan KMM Sumbar.

Pada sesi Model Dai-Preneur dan Ekonomi Syariah, hadir Buya Prof. Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA, alumni Gontor sekaligus pakar ekonomi dan akuntansi syariah dari Yogyakarta. Beliau akan mengupas pentingnya kemandirian finansial para muballigh agar dakwah tetap murni, tegas, dan berwibawa.

Penguatan ekonomi umat juga diperkuat melalui sesi Kemandirian Wirausaha Praktis bersama Ir. H. Henry Achmad, MT, yang akan mengulas konsep dakwah bil hal melalui aksi nyata. Sementara Ustadz Ilham Firmansyah, S.Pd.I akan membagikan peluang usaha rumahan yang dapat menjadi alternatif sumber penghasilan keluarga.

Dalam bidang fikih dan solusi keummatan, Buya Dr. H. Zulkarnaini, M.Ag, selaku Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar, akan memimpin sesi diskusi "Curhat dan Solusi" dengan prinsip, "Teguh di atas Sunnah, Lembut dalam Furuiyyah."

Benteng Moral dan Penyakit Masyarakat

Persoalan sosial yang semakin kompleks juga menjadi perhatian utama forum ini. Isu LGBT dan perilaku seksual menyimpang akan dibahas dari perspektif medis dan dakwah oleh Dr. H. Armen, Sp.PD-KPTI, FINASIM.

Sementara strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan praktik judi di tengah masyarakat akan dipaparkan langsung oleh tim dari Polres Solok Kota.

Sebagai puncak acara, Tabligh Akbar akan menghadirkan tokoh nasional K.H. Faturrahman Kamal, Lc., M.Si. serta Prof. Dr. H. Jurnalis Udin untuk memberikan siraman rohani kepada peserta dan masyarakat umum.

Menghidupkan Kembali Khaira Ummah

Ketua Panitia Pelaksana, Buya Maqomam Mahmuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penyamaan persepsi dan penguatan sinergi para penggerak umat di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami ingin para muballigh tidak hanya menjadi pemberi informasi di atas mimbar ritual, tetapi kembali menjadi penggerak perubahan sosial melalui amar ma'ruf nahi munkar yang turun langsung merangkul masyarakat, meneladani ketegasan tokoh bangsa," ujarnya.

Selain rangkaian muzakarah ilmiah dan diskusi intensif, pada hari terakhir, Selasa (16/6/2026), yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H, kegiatan akan ditutup dengan Pawai Akbar yang melibatkan ribuan peserta dari kalangan pelajar, Majelis Ta'lim BKMT, warga Muhammadiyah-'Aisyiyah, serta berbagai elemen masyarakat Nagari Sulit Air.

Sebagai bentuk komitmen bersama, para peserta juga dijadwalkan membacakan Deklarasi Az-Zaimah, sebuah piagam kesepakatan para muballigh Sumatera Barat dalam menjaga akidah, memperkuat moral umat, serta menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat.

*Didukung Banyak Pihak, Wujud Gotong Royong Umat*

Menariknya, Gebyar Muharram 1448 H ini bukan hanya menjadi agenda dakwah biasa. Kegiatan ini merupakan hajatan besar umat yang terlaksana berkat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak.

Panitia menyebut, pelaksanaan acara mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan lembaga, di antaranya YARSI, Yayasan Pendidikan Az-Zaimah, Yayasan Gunung Merah Yogyakarta, PCM Kebayoran Baru Jakarta, perusahaan travel haji dan umrah Sianok, para muzakki, serta berbagai donatur lainnya.

Tak kalah penting, banyak masyarakat turut memberikan bantuan secara in natura berupa beras, daging, cabai, bawang, hingga kebutuhan konsumsi lainnya. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa dakwah bukan hanya tanggung jawab para dai, melainkan gerakan kolektif seluruh elemen umat.

Dengan kolaborasi lintas organisasi, dukungan para dermawan, serta antusiasme masyarakat, Gebyar Muharram Masjid Az-Zaimah 1448 H diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan dakwah Sumatera Barat: dakwah yang mencerahkan, produktif, berkemajuan, sekaligus mampu menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan umat. (Ridwan)