Keutamaan Adab dan Ilmu: Pondasi Kemuliaan Seorang Musli
SULIT AIR, MASJID AZZAIMAH.ID- Islam adalah agama yang sangat memuliakan ilmu sekaligus menjunjung tinggi adab. Keduanya merupakan dua perkara yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu tanpa adab dapat melahirkan kesombongan, sedangkan adab tanpa ilmu dapat membuat seseorang kehilangan arah dalam beramal. Oleh karena itu, para ulama sejak dahulu selalu menanamkan bahwa adab adalah pintu masuk untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan penuh keberkahan.
Allah SWT memberikan kedudukan yang tinggi kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Dalam firman-Nya, Allah berfirman, "Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu merupakan sebab kemuliaan seseorang di dunia dan akhirat. Namun, kemuliaan tersebut akan semakin sempurna apabila ilmu dihiasi dengan adab yang mulia.
Adab merupakan cerminan keimanan dan akhlak seorang muslim. Adab kepada Allah diwujudkan dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Adab kepada Rasulullah ? diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau. Adab kepada orang tua, guru, sesama manusia, dan lingkungan merupakan bentuk nyata dari pengamalan ajaran Islam. Seseorang yang memiliki ilmu tetapi tidak memiliki adab akan sulit mendapatkan penghormatan dan keberkahan dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang menjaga adab akan lebih mudah menerima ilmu, dicintai manusia, dan mendapatkan pertolongan Allah SWT.
Para ulama terdahulu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab sebelum ilmu. Imam Malik rahimahullah pernah berpesan agar seorang penuntut ilmu mempelajari adab terlebih dahulu sebelum memperbanyak ilmu. Demikian pula Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan bahwa mereka mempelajari adab selama bertahun-tahun sebelum mempelajari banyak ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa adab adalah fondasi yang akan menjaga ilmu tetap bermanfaat dan tidak menjerumuskan pemiliknya kepada kesombongan.
Rasulullah ? juga menjelaskan besarnya keutamaan menuntut ilmu. Beliau bersabda, "Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim). Hadis ini menjadi motivasi bagi setiap muslim agar tidak pernah berhenti belajar. Namun, perjalanan menuntut ilmu hendaknya selalu diiringi dengan niat yang ikhlas, kerendahan hati, kesabaran, serta penghormatan kepada guru dan sesama pencari ilmu.
Di era digital saat ini, ilmu sangat mudah diperoleh melalui berbagai media. Akan tetapi, kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Tidak sedikit orang yang memiliki banyak pengetahuan, tetapi kurang menjaga adab dalam berbicara, berdiskusi, maupun menyampaikan pendapat di media sosial. Islam mengajarkan bahwa ilmu harus melahirkan akhlak yang baik, tutur kata yang santun, serta sikap yang penuh hikmah. Ilmu yang benar akan semakin indah apabila disampaikan dengan adab yang mulia.
Marilah kita menjadikan adab sebagai pakaian dan ilmu sebagai cahaya dalam kehidupan. Dengan adab, ilmu akan menjadi berkah. Dengan ilmu, adab akan memiliki arah yang benar. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa belajar, mengamalkan ilmu, menjaga adab kepada Allah, Rasul-Nya, orang tua, guru, dan sesama manusia, sehingga memperoleh kemuliaan di dunia serta kebahagiaan di akhirat. Aamiin.
Semoga artikel ini menjadi pengingat bahwa adab adalah mahkota ilmu, dan ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan hidup seorang mukmin.
Oleh: Ridwan Syafrullah.