Artikel

Mendidik Anak di Era Digital: Tugas Mulia yang Tak Boleh Diabaikan

29 June 2026 Admin Az Zaimah

SULIT AIT, (29/6/2026).

Anak adalah amanah terbesar yang Allah titipkan kepada setiap orang tua. Bukan sekadar titipan biasa — ia adalah ladang pahala yang tak pernah berhenti mengalir selama sang anak tumbuh dalam kebaikan. Namun di era digital hari ini, amanah itu semakin berat dipikul. Layar gadget kini hadir lebih dekat dari pelukan orang tua, dan dunia maya menawarkan segalanya — termasuk hal-hal yang jauh dari nilai Islam.

Rasulullah ? bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari & Muslim).

Orang tua adalah pemimpin dalam rumah tangga. Bukan pemimpin yang cukup dengan menyediakan makan dan tempat tinggal, tetapi pemimpin yang bertanggung jawab atas arah tumbuh kembang jiwa dan akidah anak-anaknya. Di sinilah letak beratnya amanah itu.

Parenting Islami bukan berarti melarang anak menyentuh teknologi. Ia berarti hadir dengan penuh  di sisi anak — mendampingi, mengarahkan, dan menjadi teladan. Anak yang melihat orang tuanya rajin shalat akan lebih mudah diajak shalat. Anak yang melihat ayah dan ibunya berbicara dengan lemah lembut akan tumbuh dengan kelembutan yang sama. Nilai Islam bukan hanya yang diajarkan lewat kata-kata, melainkan yang dihidupi setiap hari dalam rumah.

Salah satu kunci parenting Islami yang sering terlupakan adalah kualitas waktu bersama. Bukan seberapa lama kita berada di rumah, tapi seberapa hadir kita ketika bersama anak. Duduk bersama sambil masing-masing memegang ponsel bukanlah kebersamaan. Kebersamaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mendengar cerita mereka, menjawab pertanyaan mereka dengan sabar, dan tertawa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kasih sayang.

Didiklah anak dengan cinta, bukan hanya dengan aturan. Tanamkan tauhid sejak dini, biasakan doa sebelum aktivitas, kenalkan mereka pada kisah para Nabi dan sahabat sebagai tokoh teladan. Rumah yang di dalamnya terdengar lantunan Al-Qur'an, terbiasa ucapan bismillah dan alhamdulillah, adalah rumah yang sedang membangun benteng paling kokoh bagi generasi mendatang.

Orang tua yang baik bukanlah yang sempurna tanpa cela. Orang tua yang baik adalah yang **terus belajar, terus memperbaiki diri**, dan tak pernah berhenti berdoa untuk anak-anaknya. Karena doa orang tua untuk anak adalah salah satu doa yang paling mustajab di sisi Allah. Maka jangan pernah lelah mendoakan mereka — di setiap sujud, di setiap sepertiga malam, di setiap hembus napas yang masih Allah izinkan.

"Rabbana hab lan? min azw?jin? wa ?urriyy?tin? qurrata a'yun..."

*"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami..."* (QS. Al-Furqan: 74)